Sabtu, 06 Desember 2008



Manusia adalah makhluk yang istimewa. Tidak seperti makhluk hidup lainnya, manusia dikaruniai kemampuan untuk berpikir sebelum bertindak. Namun, kenyataannya, seringkali kita tidak memanfaatkan kemampuan berpikir ini secara optimal. Kita seringkali bertindak tanpa didahului dengan “berpikir”. Banyak alasan yang kita kemukakan sebagai dalih untuk “tidak berpikir”: tidak ada waktu, bukan urusan kita, atau bukan tanggung jawab kita.
Namun, tahukah Anda bahwa tindakan yang dilakukan tanpa disertai dengan proses berpikir bisa membahayakan diri sendiri? Coba saja kita perhatikan kasus anggota DPR yang perbuatannya dilakukan beberapa tahun lalu, kini tengah menjadi buah bibir.
Mungkin ketika itu sang anggota DPR tidak “berpikir” terlebih dulu tentang dampak perbuatannya di kemudian hari. Dia tidak memikirkan dampak perbuatannya, yang bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi terlebih lagi bagi orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga, teman, sahabat, teman kantor, dan teman di organisasi tempatnya bekerja.
Kalau saja anugerah “berpikir” kita manfaatkan dengan baik, tentunya banyak masalah yang bisa kita hindari, dan banyak solusi yang bisa kita temukan. Jadi, jelaslah bahwa berpikir kritis itu untuk dilakukan. Ingin tahu lebih jauh mengenai berpkir kritis? Simak yang berikut.

Apakah Berpikir Kritis Itu?
Banyak definisi yang ditawarkan mengenai berpikir kritis, salah satunya yang dikemukakan oleh Wright Place Consulting adalah sebagai berikut.
Berpikir kritis merupakan sebuah proses. Proses berpikir ini bermuara pada tujuan akhir yang membuat kesimpulan ataupun keputusan yang masuk akal tentang apa yang harus kita percayai dan tindakan apa yang akan kita lakukan.
Berpikir kritis bukanlah dilakukan untuk mencari jawaban semata, tetapi yang terlebih utama adalah mempertanyakan jawaban, fakta, atau informasi yang ada. Dengan demikian bisa ditemukan alternatif atau solusi terbaiknya.

Mengapa Penting?
Berpikir kritis penting untuk dilakukan karena berbagai manfaat yang bisa kita petik dari proses ini.

Kualitas Keputusan
Kualitas berpikir kritis yang kita terapkan akan mempengaruhi kualitas hasil akhir dari tindakan kita yang didahului dengan proses berpikir kritis tersebut. Misalnya, setiap kali mendapat tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, Imam selalu memanfaatkan kemampuannya untuk berpikir kritis dengan menerapkan keenam prinsip berpikir kritis yang telah dibahas sebelumnya.
Ketika Imam ditugaskan sebagai ketua panitia peluncuran produk baru perusahaan tempat ia bekerja, ia mencoba memahami berbagai aspek dari tugas yang diberikan kepadanya, termasuk informasi yang bisa ia dapatkan sehubungan dengan tugas tersebut: fitur dan manfaat produk, target pasar dari produk, serta kekurangan dan kelebihan produk tersebut.
Ia juga mempelajari berbagai fasilitas yang bisa ia manfaatkan untuk meluncurkan produk tersebut. Setelah itu, ia melakukan analisis terhadap segala sesuatu yang terkait dengan informasi yang ia terima tentang produk yang akan diluncurkan, antar lain alternatif media, strategi anggaran, dan jangka waktu peluncuran.
Hasil dari analisis adalah berbagai alternatif strategi yang bisa dipilih. Alternatif strategi ini lalu dievaluasi untung ruginya. Hasil dari proses evaluasi adalah keputusan menggunakan satu strategi tertentu.
Keputusan ini perlu dijelaskan kepada anggota tim yang terlibat sehingga mereka bisa mendukung kegiatan yang dilakukan. Imam juga tidak lupa mengevaluasi diri sendiri tentang kemungkinan terjadinya kebiasan pandangan dan keputusan yang sudah diambil sebelum akhirnya menerapkannya dalam tindakan.

Kreatif
Berpikir kritis membantu kita menemukan bukan hanya satu solusi tetapi berbagai alternatif solusi. Berpikir kritis juga membantu kita melihat suatu permasalahan dari berbagai sumber, sehingga berbagai alternatif solusi bisa dikembangkan lebih jauh.
Misalnya Desty yang diminta mempersiapkan rapat tahunan pemegang saham diperusahaan tempat ia bekerja. Walaupun menemui berbagai masalah, melalui proses berpikir kritis, Desty bisa memanfaatkan hasil berpikir kritis untuk kreatif menemukan berbagai alternatif solusinya.

Percaya Diri
Setelah kita melalui proses berpikir kritis, keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang sudah melalui berbagai pertimbangan dari berbagai aspek. Dengan demikian, paling tidak kita sendiri sudah yakin bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang terbaik dalam situasi dan kondisi yang kita hadapi saat itu.

Cara
Lalu, bagaimana cara kita berpikir dengan kritis? Ada enam prinsip penting dalam menerapkan cara berpikir kritis, yaitu: interpretasi, analisis, evaluasi, penjelasan, dan self-regulation.

Interpretasi dan Analisis
Prinsip pertama, interpretasi, adalah upaya memahami informasi yang kita miliki. Setelah informasi berhasil kita pahami dengan baik, kita perlu melakukan analisis terhadap segala sesuatu yang terkait dengan informasi tersebut.

Evaluasi
Selanjutnya, kita perlu melakukan evaluasi terhadap dampak dari pemanfaatan ataupun pengabaian informasi tersebut. Evaluasi juga berupaya untuk menemukan berbagai alternatif solusi dengan memanfaatkan informasi yang dimiliki.

Penjelasan
Setelah kita mendapatkan solusi yang terbaik, kita perlu menjelaskan keputusan kita tersebut kepada orang lain, sehingga mereka juga bisa memahami mengapa keputusan tersebut yang kita ambil.
Lebih jauh lagi, dengan penjelasan yang masuk akal, kita bisa meyakinkan orang lain, ataupun orang-orang yang perlu diyakinkan untuk kita ajak melihat sesuatu dari sudut pandang kita.

“Self-Regulation”
Yang terakhir adalah selfregulation. Yang dimaksud dengan self-regulation adalah mencoba jujur terhadap pandangan dan keyakinan kita, ataupun kemungkinan terjadinya kesalahan atau ketimpangan dalam keputusan yang kita ambil karena pengaruh latar belakang kita.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menerapkan cara berpikir kreatif? Jika belum sepenuhnya, mungkin Anda bisa mulai sekarang untuk mendapatkan solusi yang terbaik dan keputusan yang berkualitas. Sukses untuk Anda. n

Rabu, 12 November 2008

turut berduka cita

Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita "Bagong" (Anggota Mahasiswa Pecinta Alam Ajusta Brata Fakultas Tekhnik Universitas Sebelas Maret). Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni segala dosa2nya

Alam kehilangan seorang pahlawannya

Senin, 10 November 2008

sekilas tentang pembangunan nasional

1. Manakah yang lebih baik GNP > GDP atau GDP > GNP ?

GDP (Gross Domestic Product) adalah penghitungan pendapatan Negara dihitung dari total pemasukan rakyat pribumi yang bekerja di dalam negara itu sendri dan pihak asing yang melakukan kegiatan perdagangan di Negara itu sendiri sendiri. Sedangkan GNP (Gross National Product) merupakan pendapatan negara dihitung dari total pemasukan rakyat yang bekerja di dalam negara itu sendiri dan rakyat pribumi yang bekerja di negara lain.

GDP > GNP lebih baik dinilai dari kualitas penerimaan negara itu sendiri, karena proses pendataan dan penarikan bisa berjalan secara maksimal dibanding GNP. GNP mempunyai banyk kekurangan karena selain ketidakvalidan data, GNP juga harus melalui pengauditan oleh negara lain


2.Bagaimana penerapan pembangunan di Indonesia ?

Kilas balik Indonesia ke tahun 1950-an diisi dengan program-program pembangunan yang dibuat oleh Bung Karno. Bung Karno menciptakan Slogan BERDIKARI (Berdiri di atas kaki sendiri), hal itu dimaksudkan agar Indonesia tidak tergantung dengan negara lain dan dapat memenhi segala kebutuhan negarannya sendiri. Tetapi prgram BERDIKARI itu tidak berjalan dengan baik karena telalu fokusnya yang pada saat menjadi pemimpin BERDIKARI itu Bpk. Ir. Soekarno pada pembuatan sarana-sarana Indusri tanpa memikirkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang belum siap untuk melakukan revolusi Industri. BERDIKARI bukannya memajukan negara malah memperpuruk negara karena membuat Indonesia utang banyak kepada negara lain.

Sampai saat inipun Indonesia terus menggalakkan program pembagunan tanpa bisa belajar dari BERDIKARI itu sendiri. Dapat dilihat sekarang pembangunan hanya dirasakan oleh orang-orang mampu saja. Hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang cukup tinggi dimana yang kaya akan semaikn kkaya dan yang miskin akan semakin miskin,

]Pemnagunan untuk sekarang ini tidak harus berupa pengadaan gedung-gedung mewah ataupun apartemen-apartemen yang seperti istana. Hal tersebut bukanah sebuah indicator pembangunan. Indonesia pada saat ini diharapkan dapat mengerti kondisi yang ada di dalamnya. Para pemimpin negeri jangan hanya menurut para pemilik modal saja. Lihatlah masyarakat, dari + 220 juta Rakyat Indonesia . Siapakah yang sudah merasakan pembangunan ?

Pembangunan di Indonesia saat ini harus berpedoman pada penyemarataan. Baik penemerataan penghasilan, pendidikan, paelayanan kesehatan,dll. Dan dapat ditekankan lagi objek utama pembagunan adalah rakyat apbila rakyat tidal merasakan pembangunan . Maka pembagunan tidak akan berhasil.

Kamis, 18 September 2008

Senangnya

Sebelum Ramadhan berakhir aku melihat pengumuman "Open Recruitment" Temu Alumni Akbar. Dengan SEMANGAT EMPAT LIMA aku langsung mendaftar pada orang yang tertera di contact person. Ternyata acara ini lain dari acara kapus pada umumnya karena aku harus discreening dulu sebagai tahapan seleksi. Aku diseleksi oleh panitia awal Temu Alumni (mereka temanku kuliah). Lucu juga c diwawancara teman sendiri tapi karena hatiku kuat untuk menjadi panitia dalam Temu Alumni ini, hal ni bukan suatu masalah besar buatku. Dan pada hari pengumumanya, aku menduduki peringkat pertama dalam proses screening dengan nilai tertinggi 185
hahahahaha

Mengapa sih aku mau banget jadi panitia temu alumni ?
Aku adalah mahasiswa yang mencintai jurusanku dan aku ingin memberikan sebuah kontribusi untuk memajukan jurusanku selama aku kuliah dan inilah salah satu caranya menurutku.
Setelah itu aku ikut rapat perdana dan aku menghadapi kenyataan bahwasanya harus pulang kk Jakarta tanggal 27 Septermber dan harus sampai Solo tanggal 4 November (Ayah, Mama, Menur, Bila, Arum maafkan aku)

Pusat kesenangnku adalah setelah aku dipilih oleh dosen pembina acara Temu Alumni untuk memegang seluruh hal yang berhubungan dengan Teknlogi Informasi di Acara ini dan SEKARANG AKU DIPERCAYA UNTUK MEMEGANG ADMIN WEBSITE JURUSANKU !!!!!!!!!!!!!!!!!
SENANGNYA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Rabu, 17 September 2008

KESEL !!!!!!!!

Waduh AS ROMA kalah di pertandinga pertama liga champion. Apakah AS ROMA sudah kehilangan tajinya lagi !
Awal yang buruk tapi diharapkan kepada para pemain ROMA

NEVER GIVE UP !!!!

Senin, 15 September 2008

watakku di kampus

Kampus adalah tempat dimana banyak sekali barbagai watak manusia bertemu. Watakbaik, pemurah, egois, pendiam, supel dan lainnya.
Ini sangat menarik ! karena kita harus bisa menyesuaikan diri dengan beraneka watak tersebut. Tapi disitu ada sebuah pilihan karena kita juga bisa untuk mempertahankan idealisme kita agar kitalah yang dimengerti wataknya bukan kita yang menyesuaikan diri dengan watak yang lain.

Saya pernah berdiskusi tentang watak saya dengan seorang teman. Ternyata saya adalah seorang yang mengalah dan berusaha untuk mengerti orang lain tanpa saya harus dimengerti orang lain. Apakah itu sifat yang jelek ? saya rasa tidak karena saya sanga menghormati arti sebuah pertemanan. Saya tahu kebahagiaan dan rasa sakit akan datang. Kebahagiaan adalah isuatu hal yang sangat kita harapkan tapi rasa sakit muncul tanpa kita tahu apa penyebabnya.

Pertemanan akan naik tingkat menjadi persahabatan. Jika sudah sampai taraf ini, saya berani untuk berbicara "Persahabatan di atas segalanya".

Oh my good

Aku sayang dia tapi kenapa KENAPA KENAPA aku merasa takut.................
aku tidak tau apa yang terjadi esok
aku tidak bisa menebaknya....