Rabu, 12 November 2008

turut berduka cita

Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita "Bagong" (Anggota Mahasiswa Pecinta Alam Ajusta Brata Fakultas Tekhnik Universitas Sebelas Maret). Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni segala dosa2nya

Alam kehilangan seorang pahlawannya

Senin, 10 November 2008

sekilas tentang pembangunan nasional

1. Manakah yang lebih baik GNP > GDP atau GDP > GNP ?

GDP (Gross Domestic Product) adalah penghitungan pendapatan Negara dihitung dari total pemasukan rakyat pribumi yang bekerja di dalam negara itu sendri dan pihak asing yang melakukan kegiatan perdagangan di Negara itu sendiri sendiri. Sedangkan GNP (Gross National Product) merupakan pendapatan negara dihitung dari total pemasukan rakyat yang bekerja di dalam negara itu sendiri dan rakyat pribumi yang bekerja di negara lain.

GDP > GNP lebih baik dinilai dari kualitas penerimaan negara itu sendiri, karena proses pendataan dan penarikan bisa berjalan secara maksimal dibanding GNP. GNP mempunyai banyk kekurangan karena selain ketidakvalidan data, GNP juga harus melalui pengauditan oleh negara lain


2.Bagaimana penerapan pembangunan di Indonesia ?

Kilas balik Indonesia ke tahun 1950-an diisi dengan program-program pembangunan yang dibuat oleh Bung Karno. Bung Karno menciptakan Slogan BERDIKARI (Berdiri di atas kaki sendiri), hal itu dimaksudkan agar Indonesia tidak tergantung dengan negara lain dan dapat memenhi segala kebutuhan negarannya sendiri. Tetapi prgram BERDIKARI itu tidak berjalan dengan baik karena telalu fokusnya yang pada saat menjadi pemimpin BERDIKARI itu Bpk. Ir. Soekarno pada pembuatan sarana-sarana Indusri tanpa memikirkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang belum siap untuk melakukan revolusi Industri. BERDIKARI bukannya memajukan negara malah memperpuruk negara karena membuat Indonesia utang banyak kepada negara lain.

Sampai saat inipun Indonesia terus menggalakkan program pembagunan tanpa bisa belajar dari BERDIKARI itu sendiri. Dapat dilihat sekarang pembangunan hanya dirasakan oleh orang-orang mampu saja. Hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang cukup tinggi dimana yang kaya akan semaikn kkaya dan yang miskin akan semakin miskin,

]Pemnagunan untuk sekarang ini tidak harus berupa pengadaan gedung-gedung mewah ataupun apartemen-apartemen yang seperti istana. Hal tersebut bukanah sebuah indicator pembangunan. Indonesia pada saat ini diharapkan dapat mengerti kondisi yang ada di dalamnya. Para pemimpin negeri jangan hanya menurut para pemilik modal saja. Lihatlah masyarakat, dari + 220 juta Rakyat Indonesia . Siapakah yang sudah merasakan pembangunan ?

Pembangunan di Indonesia saat ini harus berpedoman pada penyemarataan. Baik penemerataan penghasilan, pendidikan, paelayanan kesehatan,dll. Dan dapat ditekankan lagi objek utama pembagunan adalah rakyat apbila rakyat tidal merasakan pembangunan . Maka pembagunan tidak akan berhasil.